Selasa, 27 November 2007

Dewa Gitar

Sebuah perhelatan panjang di blantika musik tanah air, khususnya di kancah musik lokal anak kampus, sepak terjang seorang anak manusia yang mencoba menyalurkan hobi dan aspirasinya lewat musik. Terpaksa harus terganjal, harapan hanyalah tinggal harapan yang berat untuk diraih. Sebuah mimpi yang tak kunjung nyata.

"Gitaris Tersesat", begitulah kira-kira do'i kelahiran kota Semarang kelahiran 1982 ini menjuluki dirinya sendiri...ironis memang...

Yngwie Malmsteen adalah sosok "Dewa Gitar" yang do'i idolakan. Dialah kiblat Si do'i dalam bermusik, sekian waktu do'i habiskan untuk mengejar ketertinggalannnya, belajar...belajar...dan belajar, namun sayang...konon ceritanya "bakat" jua-lah yang tak mengijinkan Si do'i untuk menyamai kepiawaian "Sang Dewa Gitar" tersebut dalam bermusik. Berbagai medan tempur telah do'i hadapi, walaupun tak semuanya membuahkan hasil yang diinginkan, yaitu kemenangan.

Ketertarikan do'i pada alat musik gitar dimulai ketika do'i masih duduk di bangku SMA, memang bukan tergolong usia senja untuk belajar dan mengejar ketertinggalan menjadi seorang "Master" Se-kaliber Yngwie Malmsteen tentunya...

Namun apa mau dikata, seperti pepatah mengatakan tak ada kata terlambat untuk belajar, walaupun tentunya semua proses belajar sangat sulit untuk dijalani.

Tidak ada komentar: